Senin, 11 Agustus 2014

Amir Hamzah


Bernama lengkap Tengku Amir Hamzah gelar  Pangeran Indera Putera ibni Tengku Pangeran Muhammad Adil ibni Tengku Hamzah, (lahir di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Timur, 28 Februari 1911 – meninggal di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 pada umur 35 tahun. Menurut catatan Tengku Abdullah Hod - Saudara Kandung Tengku Amir Hamzah, tanggal lahir bukan 28, tetap tanggal 11) adalah seorang sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Ku Busu, begitu panggilan buat Tengku Bungsu ini, lahir dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu (Kesultanan Langkat) dan banyak berkecimpung dalam alam sastra dan kebudayaan Melayu.

Pada tahun 1918 Tengku Amir Hamzah masuk sekolah dasar berbahasa Belanda namanya “Langkatsche School” yang mempunyai 7 tingkatan kelas, didirikan oleh Sultan Langkat Tengku Abdul Azis pada tahun 1900 dengan mendatangkan guru-guru dari negeri Belanda.

Juli 1925 Tengku Amir Hamzah tamat dari H.I.S. (Hollandsch Inlandsche School) Tanjung Pura, Agustus 1925 ke sekolah M.U.L.O. (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Medan pada tingkatan “Voorklas” (kelas pendahuluan). Setelah tahun ke 2 Tengku Amir Hamzah dipindahkan ke Jakarta dan meneruskan kelas 2 di Christelyke MULO Manjangan sampai tamat tahun 1929. Setelah tamat dari M.U.L.O. di Jakarta, Tengku Amir Hamzah melanjutkan sekolahnya ke A.M.S. (Algemeene Middlebare School) di Jogjakarta 1929 - 1932. Penghujung 1932, Ku Busu kembali ke Jakarta memasuki Perguruan Tinggi, Rechtshooge School (Sekolah Hakim Tinggi). 1928 - 1932 Turut mempersiapkan Sumpah Pemuda & aktif dalam gerakan pemuda.
1930, menjadi Ketua Penyelenggara Kongres Pertama Indonesia Muda se-Indonesia, kemudian Tengku Amir Hamzah menjadi Ketua Indonesia Muda cabang Jogja/Solo.Turut menggagas Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).
1933 bersama-sama Armyn Pane dan Sutan Takdir Alisyahbana, Tengku Amir Hamzah menginisiasi pendirian majalah “POEDJANGGA BAROE” MADJALLAH KESOESASTERAAN & BAHASA.
1937 Kembali ke Langkat dan dinobatkan menjadi Tengku Pangeran Indera Putera dengan tugas menjadi Pangeran Kepala Luhak di Langkat Hulu.
1942-1945 Tengku Amir Hamzah merangkap tugas sebagai Ketua Pengadilan Kerapatan Kerajaan Langkat.
29 Oktober 1945 Gubernur Sumatera Mr Teuku Muhammad Hassan mengangkat Tengku Amir Hamzah sebagai Wakil Pemerintah Republik Indonesia untuk daerah Langkat dengan berkedudukan di Binjai, sebagai pertimbangan bahwa Ku Busu adalah seorang republikan.


Kita menemukan banyak kosa kata Melayu dalam Puisi & Prosa karya Tengku Amir Hamzah, beberapa kosa kata itu kini jarang terpakai, sebut saja seperti:
1. Kaulah kandil kemerlap (Kandil=sejenis lampu yang bersegi)
2. Kujunjung di atas hulu (Hulu=kepala)
3. Kudaduhkan di selendang dendang (Daduh=timang –dlm bahasa Melayu Langkat, Deli, dll)
4. Dengan jarimu menirus halus (Menirus=menipis, tidak membengkak)
5. Gambuh asmara lurus lampai (Gambuh=berjangkit. Lampai=kecil, panjang, slim)
6. Umbai badai (Umbai=meluruskan yang kusut)
7. Runtuh ripuk tamanmu rampak (Ripuk=rusak. Rampak=rimbun)
8. Terapung naik jung bertudung (Jung=sejenis sampan)
9. Kini kami bertikai pangkai (Pangkai=berbeda pendapat)
10. Benang raja mencelup ujung (Benang Raja=pelangi)
11. Ranggitkan daku ke lengkung pelangi (Ranggit=gantung, kait)
12. Puadaimu padma-seraga (Puadai=sesuatu yang digelar untuk tempat duduk/laluan dari pembesar. Padma =Seroja. Seraga=lis penutup, Padma seraga=Kain yang bercorak seroja dengan ujung-ujungnya berhias).
13. Berjulang datang ubur terkembang (Julang = tampak menyembul tinggi, membubung tinggi, menjunjung atau menggendong di pundak tinggi tanda hormat).
14. Elang leka sayap tergulung (Leka = lengah, lalai krn tertarik hatinya kpd sesuatu).* (M Muhar Omtatok)


Tidak ada komentar: