Kamis, 06 Agustus 2009

POTRET LAMPAU MELAYU SUMATERA TIMUR

                               Arak-Arakkan Lancang - Langkat 1925 (koleksi: M Muhar Omtatok)
ISTANA SULTAN MELAYU LANGKAT DI TANJUNGPURA LANGKAT – SUMATERA UTARA. Istana ini dibakar pada Revolusi Sosial pada Maret 1946. Tampak Keramaian dalam perayaan dimasa kesultanan. Orang-Orang Besar Istana, Pengawal dan Masyarakat memenuhi halaman istana. Tampak Payung-payung tanda kebesaran Photo dikoleksikan pada 1926(koleksi: M Muhar Omtatok)


MASJID AZIZI TANJUNG PURA. Masjid Azizi di Tanjung Pura Kab. Langkat Sumatera Utara ini, dibangun pada masa Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah (1897-1927), sultan Langkat ke-7. Pada masa inilah Kesultanan Langkat kaya raya dengan kontrak minyak dan perkebunan tembakau dengan pemerintah Hindia Belanda. Tak heran jika Istana Darul Aman Langkat juga dibangun pada masa ini. (koleksi: M Muhar Omtatok)


ISTANA SULTAN MELAYU ASAHAN DI TANJUNGBALAI – SUMATERA UTARA. Istana Sultan Asahan juga sudah ambruk dimakan usia sehingga dijual pihak ahli waris Bangsawan Melayu Asahan(koleksi: M Muhar Omtatok)



RUANG TAMU ISTANA SULTAN MELAYU SERDANG DI KOTA GALUH PERBAUNGAN. (koleksi: M Muhar Omtatok)


BALAIRUNG ISTANA SULTAN MELAYU SERDANG DI KOTA GALUH PERBAUNGAN. (koleksi: M Muhar Omtatok)


ABDI KERAJAAN DI DEPAN ISTANA SULTAN MELAYU SERDANG DI KOTA GALUH PERBAUNGAN. Istana ini dibakar pada Revolusi Sosial pada Maret 1946 (koleksi: M Muhar Omtatok)

DEPAN ISTANA SULTAN MELAYU SERDANG DI KOTA GALUH PERBAUNGAN, 1928. (koleksi: M Muhar Omtatok)




BALAI KERAPATAN KESULTANAN MELAYU DELI. Bagunan Mahkamah ini terletak di Jalan Sultan Ma'mun Al Rasyid, tak jauh dari Istana Maimun. Sayang, bangunan Balai Kerapatan ini telah dijual kepihak lain dan dirubuhkan (koleksi: M Muhar Omtatok)


PURI KESULTANAN MELAYU DELI. Kini menjadi Jalan Puri – Kota Matsum Medan (Koleksi: M Muhar Omtatok)
ISTANA TENGKU BESAR DI AMALIUN (Koleksi M Muhar Omtatok)
PURI KESULTANAN MELAYU DELI, 1940. Kini menjadi Jalan Puri – Kota Matsum Medan (koleksi: M Muhar Omtatok)

ISTANA SULTAN MELAYU DELI (ISTANA MAIMUN). Terletak di Jalan Sultan Ma'mun Al Rasyid kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun Kota Medan.Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888, Istana Maimun kini cuma memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan.(koleksi: M Muhar Omtatok)
TAMAN SERI DELI. Merupakan Taman dan kolam untuk Putri-putri Sultan Deli dan Keluarga. Taman Seri Deli di samping Masjid Raya, sempat berpindah hak milik kepada pihak swasta. Namun berkat kegigihan masyarakat Melayu, Taman Seri Deli dibeli Pemerintah Kota Medan.(koleksi: M Muhar Omtatok)

TENGKU MAHMUD- Pangeran Bedagai & TENGKU CHAIRUL BARIAH putri SULTAN HUSINSYAH – Sultan Asahan, 1911 (koleksi: M Muhar Omtatok)

RAKYAT SERDANG SEDANG MEMBAWA ARAKAN UPAH-UPAH & TEPUNG TAWAR BUAT SETAWAR SEDINGIN BAGI KESEMBUHAN SULTAN MELAYU SERDANG – Tuanku Sulaiman, 9 Agustus 1936. (sumber photo: M Muhar Omtatok )

YANG DIPERTUAN MUSTAFA – Raja Kota Pinang (koleksi: M Muhar Omtatok)

TENGKU BESAR DELI – Amaluddin & ISTRINYA – Tengku Suri Maheran – Putri Sultan Perak – Tuanku Abdullah (koleksi: M Muhar Omtatok)

PARA BANGSAWAN MELAYU DELI TEMPO DOELOE, berpose bersama di Balairung Istana Maimun (koleksi: M Muhar Omtatok)

PUTRI DARI SULTAN DELI SAAT DIATAS PELAMINAN. Tampak Pelaminan Tujuh Tingkat Jenjang sebagai simbol kebangsawanan tingkat tinggi. Di Melayu ada Pelaminan Tiga, Lima hingga Tujuh Tingkat Jenjang , sesuai strata kebangsawanan. (koleksi: M Muhar Omtatok)

TENGKU AMIR HAMZAH IBNI TENGKU PANGERAN MUHAMMAD ADIL gelar PANGERAN INDERA PUTRA BERSAMA ISTRINYA – TENGKU KAMALIAH, PUTRI DARI SULTAN LANGKAT Seri Paduka Tuanku Sultan Mahmud 'Abdu'l Jalil Rahmad Shah ibni al-Marhum Sultan 'Abdu'l 'Aziz Tanjungpura 1937. . Amir Hamzah lahir 11 (28?)Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. Ku Busu, begitu panggilan untuk Tengku Bungsu ini, adalah seorang sastrawan Pujangga Baru. Pemerintah menganugerahinya Pahlawan Nasional. Wafat di Kuala Begumit, Maret 1946 akibat revolusi sosial di Sumatera Timur.( koleksi: M Muhar Omtatok)

Seri Paduka Tuanku Mahmud Abdu’l Jalil Rahmad Shah ibni al-Marhum Sultan Abdu’l Aziz, Sultan Melayu Langkat 1927-1948. Lahir di Kota Dalam, 19 Juli 1893, Putra dari Sultan Langkat Seri Paduka Tuanku Abdu’l Aziz Abdu’l Jalil Rahmad Shah ibni al-Marhum Sultan Haji Musa al-Khalid al-Mu’azzam Shah, dari istri mahasuri - Tengku Alautiah binti Raja Muda Tengku Sulaiman, putri dari Tengku Sulaiman ibni al-Marhum Sultan Panglima Mangedar Otteman, Raja Muda dan Wali Negeri Deli. Sultan Mahmud berkuasa setelah ayahnya mangkat pada 1 Juli 1927. Ditabalkan menjadi sultan di Istana Dar ul-Aman, Tanjung Pura, 24 Oktober 1927. Sultan Mahmud mangkat pada 23 April 1948. (koleksi: M Muhar Omtatok)

TENGKU PANGERAN ACHMAD DAN ISTRINYA BANGSAWAN KEDAH. Tengku Pangeran Achmad memegang luhak Tanjung Pura, yang juga meliputi Kejuruan Stabat, Kejuruan Bingei, Secanggang, Padang Tualang, Cempa dan P. Cermin (koleksi: M Muhar Omtatok)

TENGKU MACHMUD MANGEDAR ALAMSYAH. Raja terakhir Kerajaan Melayu Panai di Labuhan Bilik, 1940. Tengku Machmud Mangedar Alamsyah menggantikan Tengku Kelana Putra gelar Sultan Gagaralam Rahmat’ullah. (koleksi: M Muhar Omtatok)


UNDANGAN PERNIKAHAN (sumber: Tengku Harris 'Ais' Sinar)


TENGKU OTTEMAN (Tengku Besar Deli), TENGKU AMIRUDDIN (Tengku Pangeran Bendahara Deli), TENGKU MAHKOTA SERDANG (Tengku Rajih Anwar). (sumber: Tengku Harris 'Ais' Sinar)


SULTAN DELI X. Sulthan Amaluddin Sani Perkasa Alam.(sumber: Tengku Harris ‘Ais’ Sinar)

Balairung Istana Sultan Deli / Istana Maimoon (koleksi: M Muhar Omtatok)


Istana Sultan Deli/Maimoon (koleksi: M Muhar Omtatok)

LABOEHAN DELI 1870. Tampak dibagian belakang Rumah Sultan di Labuhan Deli (koleksi: M Muhar Omtatok)

LADANG KELAMBIR 1926. Perkebunan kelapa di Sungai Tuan. (koleksi: M Muhar Omtatok)

SULTAN DI MAIMOON (Koleksi : M Muhar Omtatok)

PEMUSIK (Koleksi: M MUHAR OMTATOK)

DATUK HAMPARAN PERAK – 1870

DATUK SUNGGAL – 1870 (koleksi: M Muhar Omtatok)

PENGANTIN MELAYU. Tebing Tinggi – 1958 (koleksi: M MUHAR OMTATOK)




16 komentar:

Haidir mengatakan...

Saya mengucapkan Terima kasih Yang se-besar2nya kepada Adinda M.Muhar OMtatok ....telah mengkolleksi foto-foto dang keterangan ini . Agar Anak cucu kita kelak mengenal siapa leluhurnya, Wassalam Tengku Haidir Soelaiman - Jakarta Gelar Tengku JERUAN BINGEI

Dhana mengatakan...

Assalamu'alaikum... saya senang bisa ngelihat photo-photo jadul kesultanan Melayu... sangat mengesankan :)

SIR mengatakan...

Terimakasih diatas gambar yang disiarkan. Nusantara akan kembali!

M MUHAR OMTATOK ber-Puak Melayu mengatakan...

Tabik Patik Tabiklah Tuan,
Patik Haturkan kpd Tengku Haidir Soelaiman Gelar Tengku Kejeruan Bingei, Che' Dhana & Che' SIR,
Kiranya Melayu tetap jaya...

nana mengatakan...

Saya berminat sangat nak tahu asal usul raja sumatera, macam mana yer boleh saya tahu lebih terperinci lagi, kalau boleh saya nak sangat melihat foto-foto yang lebih banyak~

Jasmerah mengatakan...

Asssalamua`laikum.
Pak..saya permisi pinjam koleksi fotonya untuk dipamerkan pada pameran perjuangan di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara 27 Juli-10 September 2011. Oh ya apa ada lagi foto-foto Jadul lainnya, saya pingin meihatnya misalnya senjata-senjata tradisional dll.

ok ahmad mengatakan...

SEMOGA MELAYU TAK HILANG DI DUNIA.........SIAPA YG PUNYA KOLEKSI HARAP POSKAN KEMARI YA.......

Mhd.Syafri mengatakan...

Assalamualaikum.
Saya Muhammad Syafri,maksud dan tujuan saya,saya ingin mengetahui sejarah tentang kerajaan bedagai secara detail dan lengkap dengan foto2 kerajaannya,sdh 2 than sy mencari sejarah tsb,tetapi blm jelas cerita yang sebenarnya,banyak versi,mohon kiranya bapak mau membantu berbagi sejarah tentang kerajaan bedagai tsb kpd saya,trima kasih.
Wassalam
Muhammad Syafri
msyafri25@yahoo.com
Phone : 0812 6579 0622

abe de laroos mengatakan...

terima kasih sungguh koleksi yang berharga bagi para pelanjut estafet budayan melayu, khususnya deli.. mohon izin saya unduh foto-fot berharga ini untuk koleksi pribadi, siapa tau bisa jadi sumber inspirasi untuk publikasi keagungan dan kebesaran sejarah melayu deli. yang menjadi bahan pemikiran sya adalah sampai sejauhmana sekarang para ahliwaris ini memperthankan situs peninggalan berharaga ini? saya tidak bisa terima kalau suatu saat warisan budaya ini di ambil pemerintah yang kapanpun bisa mereka jual untuk kepentingan mereka.

acik jon @ azul mengatakan...

as salam ziarah
laman blog yang bagus untuk tatapan generasi orang2 melayu yang akan datang
kalau tak silap revolusi sosial pada bulan mac 1946 yang di digerakkan oleh parti komunis indonesia telah menghancurkan dan meruntuhkan sama sekali kesultanan islam melayu dan aceh di sumatera

Plymouth Pink mengatakan...

Assalamulaikum...sangat sedih apabila saya melihat photo photo lama koleksi anda...sangat sedih..kita orang Melayu Indonesia dan Malaysia adalah serumpun..asal usul yang sama...kalau lah Indonesia masih mempunyai sultan dan raja-raja Melayu, kepulauan kita akan menjadi lebih aman dan kuat...so, jangan la kita bergaduh, kita harus bersatu....

Alex Wattimena mengatakan...

Terima kasih banyak ...Syubhanallah, atas koleksi foto-foto Istana Kerajaan Melayu yang dipunyai M. Muhar Omtatok yang membuat saya masuk dan terbawa kedalam "Terowongan Waktu" masa jaya-jayanya kerajaan Melayu yang penuh kharisma dan beribawa. Semoga semua keturunan Raja dan Kesultanan mengikat tali Silaturahiim dari Sumatera Utara sampai dengan Selatan yang selama ini sudah berjalan dan pernah berkumpul di kota Palembang oleh Sultan Palembang "Sultan Iskandar".

Dedi Cherinez mengatakan...

Pak Muhar Ijinkan Ananda untuk Berbagi Postingan anda agar sejarah agar generasi penerus mengetahui tentang sejarah..

Dedi Cherinez mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fakhrul Radzi mengatakan...

Sumatra harus keluar dri republik indonesia klo mahu maju......kerana jawa hlang warisan kesultanan melayu sumatra....tpi tingal raja jawa shaja yg msih brtahan sehingga kini...sedarlah wahai org sumatra...

Fakhrul Radzi mengatakan...

Hanya tinggal raja jawa shaja yg dapat layanan istimewa dri republik indonesia dn satu2 nya raja yg tidak dihapuskan....sadarlah org sumatra ..sampai kapan mahu dijajah jawa...