Rabu, 21 Desember 2011

Halua



oleh: M Muhar Omtatok

Halua adalah manisan yang terbuat dari buah-buahan dan sebagainya. Puak Melayu di Sumatera Utara, menghidangkan Halua pada setiap Hari Raya Idul Fitri dan saat upacara perkahwinan pada adat Nasi Hadap-Hadapan.

Beberapa jenis Halua, adalah:

* Halua Betik, terdiri dari Halua Pucuk Betik (dibuat dari pucuk Batang dan Daun Pepaya),Halua Buku Bemban (dibuat dari Daging Buah Pepaya yang dibuat seperti tali runjai, ujungnya disimpul khusus, dan setiap tali dihiasi daging pepaya yang dibentuk kelopak, kuntum dan ujungnya di tutup dengan bentuk cempaka) , Halua Selimpat (dibuat dari lembaran Daging Buah Pepaya, kira-kira seukuran dua jari tangan sebanyak 2 lembar yang satu sama lain ditautkan hingga berekor empat), Halua Tebuk Betik (dibuat dari daging Buah Pepaya yang diukir), Halua Bunga Betik (dibuat dari bunga Betina Pepaya), Halua Buah Muda Betik (dibuat dari buah Pepaya yang masih muda, masih bisa dikepal).

* Halua Meregat, dari buah Meregat (Kolang Kaling)

* Halua Lada, terbuat dari buah Cabai Merah dan Hijau yang dibuang bijinya

* Halua Paria, terbuat dari buah Paria (Pare) utuh dan dibuang biji

* Halua Pala, terbuat dari buah Pala yang dikupas dan dibentuk seperti bunga

* Halua Mawar, terbuat dari bunga Mawar

* Halua Gelugur, terbuat dari Buah Gelugur yang dipotong sesuai ruas dan ditebuk (ukir)

* Halua Cekapung, terbuat dari buah Cekapung

* Halua Gelebuk, terbuat dari buah Gelebuk

* Halua Renda, terbuat dari buah Renda

* Halua Kacang Panjang, terbuat dari Kacang Panjang yang dipintal

* Halua Benang, terbuat dari sejenis wol dari bahan serat tumbuhan, jenis halua ini sudah langka

* Halua Kundur, terbuat dari Kundur (bligo)

* Dan ada pula Halua dari beberapa bahan yang muncul dibelakang hari, seperti Wortel, Tomat, Belimbing, Daging daun Lidah Buaya, dan lainnya.

Halua Melayu ini tahan berpuluh-puluh tahun, karena disimpan di wadah Pasu Tanah atau Toples Kaca, dan tanpa pengawet aditif.